Posts tagged ‘Trik’

Maret 7, 2010

Membuat Screenshot Video DVD


Graphics Card. Screenshot berguna jika anda mempunyai moment tersendiri dengan video yang sedang anda putar. Video tersebut mungkin video ulang tahun, pernikahan anda atau video lain yang kebetulan moment-moment indah yang tidak meninggalkan kenangan berupa foto-foto anda, atau malah raib entah kemana. Dengan membuat screenshot tersebut, anda bisa mengabadikan kenangan menjadi sebuah gambar atau foto yang bisa anda tampilkan pada desktop atau disimpan di folder foto pribadi anda. Nah, bagaimana cara mengambil screenshot dari video yang sedang ditampilkan? Software pemutar film akan menyesuaikan dengan graphics card (bekerja pada Overlay Mode) yang lama.

Kalkulasi yang terakhir dilakukan langsung oleh graphics chip, dan dikirim ke layar tanpa melalui Frame-Buffer. Jadi saat menyimpan gambar ke dalam clipboard (dengan cara menekan tombol [Print Screen]), processor menyimpan isi clipboard, sehingga yang ditangkap hanyalah gambar kosong (berlatar hitam) saja. Untuk menangkap gambar dari tayangan film, anda bisa memakai aplikasi pihak ketiga atau aplikasi lain yang bisa anda unduh di Internet. Disini anda bisa memakai aplikasi software khusus seperti Hypersnap. Namun, software multimedia player seperti Windows Media Player 10, sudah mengunakan Video Mixing Renderer” (VMR) yang merupakan komponen DirectShow untuk memperbaiki tampilan data video. Komponen ini akan menyimpan gambar ke dalam Frame-Buffer sehingga processor pun dapat mengambil gambar tersebut. Konfigurasinya dapat diubah dalam menu software DVD Player yang digunakan. Pada Windows Media Player adalah “Video Acceleration Settings” yang bisa dijangkau melalui menu “Tools > Options > Peformance”, kemudian, nonaktifkan pilihan “Use Overlays” dan aktifkan option “Use Quality Mode”.

Anda tekan Apply lalu OK. Sekarang coba anda screenshot kembali dari video atau film yang anda putar pada Windows Media Player.

Maret 7, 2010

Mengembalikan Properties My Computer yang hilang


Informasi yang anda cari tentang seputar komputer anda. Biasanya anda cari melalui My Computer dengan membuka Properties yang terdapat di dalamnya. Informasi tentang PC dapat anda diketahui dengan jelas. Namun, bagaimana jika Properties yang terdapat dalam My Computer yang anda klik kanan pada desktop tersebut hilang?

Hilangnya Properties dari My Computer akibat kesalahan-kesalahan dalam mengoperasikan PC. Sebenarnya hal tersebut masih bisa anda akses melalui Control Panel, walaupun prosesnya menjadi sedikit lebih panjang.

Apabila anda tidak ingi repot mengunakan Control Panel, sebaiknya perbaiki Properties My Computer tadi. Caranya adalah dengan mengubah susunan registtry sistem. Anda buka Regedit dari dalam menu Start > Run lalu anda ketik pada jendela Run regedit. Jika berjalan sukses anda akan ditampilkan jendela Registry Editor Windows tersebut.

Anda masuk ke dalam key HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer. Anda buat sebuah entry baru dengan cara mengklik kanan jendela kanan dan pilih “DWORD Value”. Anda beri nama “NoPropertiesMyComputer” tanpa tanda kutik, tiap awal kata huruf besar dan tanpa ada spasi. Setelah anda buat nama tersebut lalu anda klik dua kali dan berikan nilai “0” di bagian “Value Data” lalu klik “OK”. Tutup Registry Editor anda. Restart PC, dan temukan kembali “Properties” yang hilang saat kembali ke dalam sistem.

Semoga bermanfaat!

Maret 1, 2010

Mengembalikan System Restore Services yang hilang


Posted By Admin

Fungsi utama System Restore adalah sebagai program back up Windows agar bila terjadi masalah yang tidak Anda inginkan sistem bisa kembali normal. Karena fungsinya mem-backup sistem, tentunya program ini sangat penting untuk kelancaran sistem Windows Anda.

Namun, pernahkan Anda kehilangan fungsi ini dari Windows Anda? Saat Anda mengklik kanan My Computer dan memilih Properties, Anda tidak lagi menemukan tab “System Restore “ didalamnya. Atau saat Anda membuka melalui “Start >Run >Service.msc. System Restore dalam keadaan “Stopped”. Ketika Anda ingin menjalankan kembali dengan menekan tombol “Start”, Windows memberikan pesan kesalahan “Folder is not Empty”. Bagaimana Anda bisa mengunakan fungsi ini untuk proses backup? Jika Anda tidak menemukan fungsi ini didalam sistem Windows?

Biasanya masalah hilagnya “System Restore” ini akibatnya adanya file “corupt” pada folder “System Volume Information” yang berada di dalam “Driver Letter”. Untuk memecahkan masalah ini Anda harus memprosesnya dari “Drive Letter” tertinggi dahulu. Jadi jika Anda memilik drive “C”, “D, “E”, terlebih dahulu.

Ubah nama folder “System Volume Information” dengan mengklik kanan folder tersebut pada drive “E” dan pilih fungsi “Rename”. Ubah namanya menjadi “System VolumeInfo”.

Lakukan juga pada drive lainnya, kemudian lakukan “Restart” komputer Anda. Ketika sistem telah kembali, hapus semua folder “SystemVolumeInfo” tadi. Setelah Anda lakukan restart sekali lagi, lihat kembali “MyComputer  | Properties”. Kini, tab “System Restore” telah kembali dan siap digunakan kembali.

Semoga bermanfaat!