Archive for ‘Ilmu’

April 5, 2010

Jadikan format *.doc Sebagai Penyimpanan Default pada Microsoft Word 2007


Kategori: praktek, tips, trik

Banyak penguna software Office Microsoft Word 2007 sering mengalami keluhan, karena file yang mereka simpan tidak bisa di buka pada Office Word 2003. Sebenarnya sebelum menyimpan file word kita meng-save as dengan file berekstensi *.doc agar file tersebut bisa dibuka pada Word 2003. Tapi, bagaimana bila kita lupa menganti ekstensi file tersebut ? Sudah tentu file akan tersimpan dalam ekstensi default-nya Office 2007 yaitu *.docx.

Ada alternatif lain menjadikan bentuk penyimpanan dalam Office Microsoft Word berekstensi *.doc sebagai bentuk file penyimpanan default (tetap) dalam Microsoft Word 2007 untuk menganti ekstensi *.docx dalam Word 2007. Caranya :

  1. Jalankan Microsoft Word 2007
  2. Klik “Logo Office > Word Options” yang terdapat di sisi kiri atas untuk membuka jendela Word Options.
  3. Pada jendela Word Options, klik menu save, kemudian pada save documents pada “save files in this format” anda klik dan pilih format yang akan dipakai. Klik ”Word 97-2003 Document (*.doc).
  4. Klik “OK” untuk menerapkan perubahan yang telah dilakukan.
  5. Sekarang setiap anda akan menyimpan files dalam Microsoft Office Word 2007 akan tersimpan dalam files yang berformat *.doc.
  6. Selamat mencoba

Iklan
Maret 1, 2010

Mengembalikan System Restore Services yang hilang


Posted By Admin

Fungsi utama System Restore adalah sebagai program back up Windows agar bila terjadi masalah yang tidak Anda inginkan sistem bisa kembali normal. Karena fungsinya mem-backup sistem, tentunya program ini sangat penting untuk kelancaran sistem Windows Anda.

Namun, pernahkan Anda kehilangan fungsi ini dari Windows Anda? Saat Anda mengklik kanan My Computer dan memilih Properties, Anda tidak lagi menemukan tab “System Restore “ didalamnya. Atau saat Anda membuka melalui “Start >Run >Service.msc. System Restore dalam keadaan “Stopped”. Ketika Anda ingin menjalankan kembali dengan menekan tombol “Start”, Windows memberikan pesan kesalahan “Folder is not Empty”. Bagaimana Anda bisa mengunakan fungsi ini untuk proses backup? Jika Anda tidak menemukan fungsi ini didalam sistem Windows?

Biasanya masalah hilagnya “System Restore” ini akibatnya adanya file “corupt” pada folder “System Volume Information” yang berada di dalam “Driver Letter”. Untuk memecahkan masalah ini Anda harus memprosesnya dari “Drive Letter” tertinggi dahulu. Jadi jika Anda memilik drive “C”, “D, “E”, terlebih dahulu.

Ubah nama folder “System Volume Information” dengan mengklik kanan folder tersebut pada drive “E” dan pilih fungsi “Rename”. Ubah namanya menjadi “System VolumeInfo”.

Lakukan juga pada drive lainnya, kemudian lakukan “Restart” komputer Anda. Ketika sistem telah kembali, hapus semua folder “SystemVolumeInfo” tadi. Setelah Anda lakukan restart sekali lagi, lihat kembali “MyComputer  | Properties”. Kini, tab “System Restore” telah kembali dan siap digunakan kembali.

Semoga bermanfaat!

Maret 1, 2010

Kenali Tipuan E-mail Phishing


Posted By Admin

APA itu Phishing? Phishing merupakan teknik licik yang digunakan oleh pencuri dan hacker untuk menipu penguna Internet dengan mencuri informasi penting berkenan dengan informasi keuangan (nomor rekening) dan kartu kredit) dan informasi login (ID dan password). Para pencrui password ini mencari korban yang bertransaksi online melalui website perbankan. Untuk itu, ia membuat e-mail palsu yang sangat mirip dengan e-mail dari institusi keuangan. Pesan meyakinkan dalam e-mail tersebut akan mengarahkan user untuk mengunjungi website palsu yang mirip dengan website aslinya. User yang tertipu akan login kedalam website palsu tersebut dan mulai mengisi informasi penting mengenai diri dan keuangannya. Ia merasa telah mengunjungi website asli bank yang ia gunakan. Informasi penting tadi kini telah masuk ke dalam database pencuri dan akan digunakannya untuk memindahkan isi rekening euser ke rekening si pencuri atau menyalahgunakan kartu kredit milik user yang tertipu. User yang tertipu baru akan menyadari penipuan ini saat ia menerima surat pernyataan dari bank atau penerbit kartu kreditnya.

Jika Anda menerima e-mail yang terlihat seperti e-mail resmi dari bank atau perusahaan kartu kridit, sebaiknya pikir dua kali sebelum Anda membalas e-mail tersebut. Gara-gara sekali klik, Anda bisa kehilangan semua yang Anda miliki.

Persiapan sebelum beraksi
Biasanya, para penipu ini berhasil memiliki daftar informasi nasabah bank, lengkap dengan alamat e-mail nasabah tersebut. Penipu ini juga berhasil membuat website yang mirip sekali dengan website bank tersebut. Selain design, alamat website dan e-amil yang digunakan juga nyaris sama

Menyebarluaskan e-mail
e-mail palsu yang mirip dengan e-mail resmi dari bank dikirimkan ke para nasabah bank. E-mail tersebut memiliki logo bankm dan kalimat-kalimat yang menyakinkan si penerima e-mail untuk mengklik link yang disertakan dalam e-mail. Kalimat tersebut bisa berisikan tentang pengisian kembali data-data penting mengenai account nasabah karena website bank tersebut sedang dalam perbaikan.

Login
Karena isi e-mail yang begitu menyakinkan, penerima e-mail tanpa sadar mengklik link yang tertera dalam pesan tersebut. Klik tersebu akan menampilkan website perbankan palsu. Untuk dapat mengakses website tersebut, menurut prosedur user harus memasukkan login ID dan password terlebih dahulu. Kedua informasi penting ini akan langsung masuk kedalam database pencuri. Kemudian muncul form yang meminta user untuk mengisi ulang beberapa informasi mengenai account dan data pribadi user saat usr mengklik tombol “continue”atau “submit”, informasi ini juga akan tersimpan dalam database pencuri.

Penyalahgunaan
Kini pencuri tersebut telah memiliki data penting nasabah yang tertipu. Dengan informasi penting yang didapatnya, ia dapat masuk ke website resmi bank. Kini ia bisa menstranfer uang korban ke rekening pribadinya. Pencuri ini juga akan mengunakan informasi penting yang ia dapatkan untuk membayar tagihan-tagihan pribadinya. Tak hanya itu, kartu kredit korban juga akan ia gunakan untuk berbelanja online.

Terima kenyataan
Korban akan kaget saat menerima surat pernyataan dari ank kalau rekeningnya telah kosong. Bersamaan dengan tu, ia juga baru sadar kalau kartu kreditnya telah dibobol oleh pencuri.

Tips Agar Tidak Tertipu

  • Perhatikan kesalahan ketik atau tata bahasa yang kurang tepat pada pesan e-mail yang dikirimkan.
  • Anda jangan langsung membalas e-mail yang berasal dari institusi keuangan. Sebelum itu, hubungi dulu pihak bank Anda untuk memastikan kebenaran e-mail tersebut.
  • Cermati simbol @ pada alamat website yang tertera pada pesan e-mail. Bisa saj alamat website tersebut bertuliskan seperti : http://www.citibank.com@www.hackersite.com. Browser tidak akan memproses semua tulisan sebelum simbol “@”. Jadi, pencuri bisa saja meletakkan alamat website pribadinya setelah simbol “@”. Website tersebutlah yang akan Anda kunjungi. Untuk itu, sebaiknya selalu perhatikan alamat website yang tertera pada link.
  • Berapa karakter dalam alamat website bank bisa saja diganti dengan karakter khusus yang hampir sama.
  • Sebagai contoh, huruf l (el) diganti dengan angka “1”. Kedua karakter ini sekilas sama. Website http://www.paypal.com mungkin bisa diubah menjadi http://www.paypa1.com. Dan Anda mungkin tidak menyadari perbedaan tersebut.

Saat website bank ditampilkan, perhatikan icon gembok yang berada di bagian bawah browser web. Jika ada, berarti website tersebut aman, jika icon gembok tidak ada, segera tutup browser tersebut.

semoga bermanfaat
dikutip dari semua sumber