Tips dan Trik Baterai “Tahan Lama “


sebuah angket online yang pernah diselenggarakan, Hampir 75 & responden mengeluh karena baterai mereka terlalu cepat melemah. Padahal, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk memancing keluar seluruh persediaan tenaga baterai dan bertahan hidup lebih lama.

Anda hanya perlu mengetahui bagaimana cara merawat dan melakukan proses pengisian (charging) yang benar. Ada empat tipe baterai yang umum digunakan, seperti NiCd, NiMH, Li-Ion, dan Li-Poly.

Jika sudah berbicara tentang baterai, kita harus memahami empat istilah teknis utama, yaitu Kapasitas (dalam mAh), kecepatan charging (C), hambatan internal (mili ohm, mΩ), dan efek memory atau lazy battery.

Tips untuk Baterai Nickel

Baterai NiCd dan NiMH adalah yang termudah, terkuat dan terpanjang usianya 700 hingga 1000 kali (siklus) charging. Tidak benar bahwa baterai nickel lebih cepat melemah dibandingkan lithium. Yang terjadi malah sebaliknya, terutama jika Anda mengikuti tips-tips berikut ini.

NiCd dan NiMH

Menghilangkan efek memori dan Lazy battery [NiCd dan NiMH]

Dengan charger tipe cepat yang dikendalikan komputer, Anda dapat memulihkan baterai NiCd dan NiMH ke kondisi seperti baru. Disamping fungsi pengisia baterai, charger jenis ini juga memiliki fungsi untuk mengosongkan baterai (discharging). Dengan fungsi ini, baterai dikosongkan hingga 0,9-1 Volt lalu dicarge dengan kecepatan 1 C. proses ini diulang 2 hingga 3 kali. Para pakar menyebut proses ini sebagai cycling atau training. Dengan perlakuan seperti ini, efek memori atau lazy battery akan hilang dan baterai kembali ke kondisi sempurna.

Memulihkan baterai lemah tanpa fungsi discharge [NiCd dan NiMH]

Baterai lemah juga dapat dengan mudah ada pulihkan dengan charger cepat yag tidak memiliki fungsi discharge. Pasang baterai dalam perangkat dan nyalakan tersus hingga ia benar-benar kosong (matikan fungsi power saving perangkat Anda). Setelah kosong, isi dengan fast-charger hingga penuh. Ulangi proses ini 2-3 kali agar efek memori dan lazy battery hilang. Namun, cara ini hanya berlaku jika charger Anda memiliki kecepatan pengisian 0,5-1 C.

Baterai NiCd lebih tahan pada suhu rendah [NiCd]

Pada suhu dibawah nil deraat celcius, baterai mini NiMH hanya mengeluarkan 50-70% energi yang dimilikinya. Suhu rendah menghambat proses kimia konversi energi. Bahkan, dengan beban rendah pun baterai masih akan cepat drop sebaliknya, baterai NiCd tidak mengenal masalah serupa dan lebih mampu bertahan di udara dingin. Karena ukurannya sama, Anda dapat menganti NiMH dengan NiCd sesuai kebutuhan.

Jangan mengisi penuh baterai NiMH dengan charger NiCd [NiCd dan NiMH]

Sebaknya Anda tidak mengunakan charger NiCd untuk mengisi baterai NiMH. Jika dipaksakan, baterai Anda akan di-charge melampui batas dan kepanasan. Kurva charging kedua jenis baterai memang mirip, tapi puncak tegangan pada MH lebih rendah dibandingkan Cd. Karena itu, sistem penghentian arus otomatis dalam charger MH bereaksi lebih dini. Untuk mengatasi masalah ini tersedia charger cepat dengan sakelar untuk memilih antara MH dan Cd, misalnya dari Ansman dan GP.

Teknik charging modern sesuai dengan jenis baterai [NiCd dan NiMH]

Kapasitas baterai berbasis nickel hanya dimanfaatkan secara maksimal jika ia di-charge dengan kecepatan minimal 0,5-1,0 C. selain itu, setiap tiga atau lima siklus ia harus dikosongkan sepenuhnya. Dalam kondisi ektrim, jika baterai dan charger tidak cocok, dari baterai dan charger tidak cocok, dari kapasitas 700 siklus (pada MH) atau 1.000 siklus (pada Cd), yang dapat digunakan hanya 30 atau 50 siklus.

Produsen baterai telah mengetahui masalah tersebut dan segera beraksi, Ansmann, GP, dan Varta (juga beberapa produsen lain) menjual baterai berikut charger-nya yang telah dioptimalkan satu sama lain. Untuk baterai mini AA misalnya, digispeed 4 dari Ansmann atau Power Bank Smart dari GP adalah charger yang tepat. Kedua perangkat ini dapat mengisi penuh baterai yang disertakan dalam paket (2.000 mAh) dalam waktu 1 jam. Baterai sejenis keluaran produsen lain juga dapat di-charge dengan baik.

Tips untuk Baterai Lithium

Baterai lithium memiliki reputasi yang baik. Dengan kapasitas yang sama, beratnya hanya setengah dari baterai nickel. Perawatannya juga lebih mudah, karena tidak mengenal efek memori. Sayangnya, baterai lithium hanya menawarkan 300-500 siklus charginfg, padahal harganya lima kali lipat lebih mahal dari baterai Nikel.

Li-Ion dan Li-Poly

Memperpanjang daya tahan dengan update firmware [Li-Ion dan Li-Poly]

Perangkat-perangkat yang baru bergerak yang beredar kadang-kadang terlalu cepat mati dan tidak seluruh kapasitas baterainya dapat dimanfaatkan. Sebagai contoh, sebuah baterai lithium 3,6 volt dapat menyediakan energi hingga tegangannya turun mencapai 3 volt, setelah itu ia harus di charger. Namun, sebuah perangkat portabel keluaran baru sudah mati pada tegangan 3,3 volt. Artinya, 30% kapasitas yang masih tersedia tidak termanfaatkan. Kesalahan bukan terletak pada baterai, melainkan pada perangkatnya. Rangkaian sensor baterai dalam perangkat tersebut telah menetapkan bahwa tegangan kerja ada di atas 3,3 volt. Di bawah itu, secara otomatis ia akan mati.

Jika perangkat Anda lebih cepat mati, padahal dalam spesifikasi tercantum masa guna yang lebih lama, update firmware kemungkinan dapat membantu. Hampir semua produsen telepon seluler, PDA, notebook, dan digicam menawarkan update firmware di Internet.

Menyingkirkan masalah dengan karet penghapus [Li-Ion dan Li-Poly]

Jika telepon seluler Anda tiba-tiba mati ketika Anda menekan sebuah nomor, padahal baterai terisi penuh, masalahnya mungkin terletak pada kontak yang buruk akibat debu atau oksidasi. Pada saat dial-up, sesaat arus besar mengalir, tetapi mendadak terputus karena kontak yang buruk.

Keluarkan baterai dan bersihkan kontak dengan hati-hati mengunakan karet penghapus pensil (misalnya, Staedler). Jangan mengunakan penghapus bolpen yang mengandung gelas, karena akan mengikis kontak. Setelah itu, semprotkan sedikit contact-spray (misalnya,Kontakt 60). Biarkan beberapa menit, lalu keringkan dengan kain lap untuk kacamata, setelah itu telepon seluler Anda akan berfungsi kembali dengan baik.

Menyimpan baterai dengan benar [Li-Ion dan Li-Poly]

Jika sebuah baterai lithium tidak akan dipakai selama beberapa minggu atau bulan, Anda harus menyimpannya dengan benar agar tidak cepat rusak. Perhatian! Sebelum menyimpan, baterai diusahakan dalam keadaan setengah penuh (saat digunakan menunjukkan 40-50% pada display). Denggan demikian, Anda mencegah baterai menjadi sama sekali kosong selama disimpan.

Keluarkan baterai dari perangkat dan simpan pada suhu 15-18 derajat celcius. Dengan cara ini, proses kimiawi antara elektrolit dan elektroda lithium berjalan lambat. Sebelum digunakan kembali, terlebih dahulu isi baterai hingga penuh.

Semoga bermanfaat.

Dikutip: dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: