Generasi Telepon Genggam 2G ke 4G


Tidak dapat dipungkiri lagi teknologi komunikasi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat yang ditandai dengan meningkatnya permintaan konsumen. Di dunia teknologi telepon gengam, dimana telepon ngengam atau yang lebih dikenal dengan sebutan ponsel atau hanpdhone ini bukan lagi menjadi kebutuhan sekunder melainkan telah menjadi kebutuhan primer para konsumen, dan harga dari sebuah ponsel yang telah terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Sekarang bisa dilihat dari harga dan kepemilikan telepon ngengam dari seorang anak sekolah dasar sampai seorang anak kuliahan, benda komunikasi ini telah menjadi suatu keharusan bagi mereka bukan dalam berkomunikasi dan mengirim pesan singkat saja, tetapi sudah lebih dari itu. Dari mengabadikan sebuah momen penting dengan fungsi kameranya sampai aplikasi multimedia, browser chatting lewat media telekomunikasi ini di ngengamannya. Apakah ini bukan suatu perkembangan yang sangat pesat di banding beberapa tahun sebelumnya? Dalam artikel ini kita akan memaparkan perkembangan generasi ke generasi telepon gengam dengan perkembangan yang dilewatinya.

2G

Artinya generasi kedua (second-generation) dari teknologi telepon wireless. Perbedaan utama dari telepon gengam jaman dahulu, yang kemudian diberi sebutan 1G, yaitu jaringan first generation yang memproses data analog sedangkan jaringan 2G memproses data digital. Hal ini dapat meningkatkan kualitas suara, karena data digital tidak terpengaruh oleh distorsi seperti halnya yang terjadi pada data analog, dan juga meningkatkan kapasitas panggilan, yang dapat membuat multiplex lebih efisien. Jaringan 2G tidak dapat menstranfer data-data sepeti email atau software, selain suara digital dan data dasar lainnya seperti waktu dan tanggal.

Layanan 2G sering dianggap sebagai Personal Communication Service (PCS)TDMA dan CDMA, tergantung pada tipe multiplexing yang digunakan. Standarisasi 2G yang utama adalah : di Amerika. Teknologi 2G dapat dibagi menjadi

  • GSM (berbasis TDMA), berasal dari Eropa tetapi telah digunakan oleh seluruh dunia.
  • IDEN (berbasis TDMA), merupakan jaringan yang digunakan Nextel di Amerika dan Telus Mobility di Canada.
  • IS-136 atau D-AMPS, berbasis TDMA dan digunakan di Amerika
  • IS-95 atau cdmaOne, berbasis CDMA dan digunakan di Amerika dan sebagian di Asia.
  • PDC (berbasis TDMA), secara khusus digunakan di Jepang.

2,5 G

Diibaratkan sebagai jembatan penghubung antara teknologi telepon genggam 2G dan 3G. pada sistem 2G. telah diimplementasikan suatu packet switched domain sebagai sebagai penambahan pada circuit switched domain. 2,5G memiliki beberapa keuntungan yang sudah ada pada 3G dan juga dapat mengunakan infrastruktur 2G pada jaringan GSM dan CDMA. GPRS adalah teknologi 2,5G yang digunakan pada operator GSM. Beberapa protokol, seperti EDGE untuk GSM dan CDMA2000 1xRTT untuk CDMA dapat dikualifikasikan sebagai layanan 3G (karena memiliki data rate di atas 144kbit/s). Akan tetapi pada akhirnya teknologi ini lebih tepat dikualifikasikan sebagai layanan 2,5G karena terkadang beberapa kali kecepatan data rate-nya lebih kecil dari pada layanan 3G sebenarnya. 2G meruapakan generasi awak dari sistem telepon genggam digital saat ini. Sistem ini mengirimkan suara tetapi digunakan untuk layanan data circuit switched dan SMS.

3G

Singkatan untuk generasi ketiga (third generation) dari teknologi ngenggam. Teknologi 3G diciptakan dengan maksud untuk menjadikannya sebagai telepon genggam multimedia, atau yang disebut dengan smartphone. Fitur 3G yang diberikan mempunyai kemampuan untuk transfer data berupa audio dan data yang bukan dalam bentuk audio seperti fasilitas download, email, dan instant messanging. 3G yang dipasarkan menjadi fitur video telephony sebagai aplikasi utamanya.

Negara pertama yang mengkormilkan 3G dalam ruang lingkup yang besar yaitu Jepang. Pada tahun 2005 sekitar 40% pendaftar mengunakan jaringan 3G, sedangkan teknologi 2G mulai hilang di Jepang. Diperkirakan pada tahun ini akan mengalami transisi dari 2G menuju 3G secara menyeluruh di Jepang, dan mengalami upgrade menjadi 3.5G dengan data rate hingga 3 Mbit/s. Kesuksesan 3G yang dikenalkan di Jepang mengindikasikan bahwa video telephony bukanlah satu-satunya aplikasi utama. Sebenarnya, pada kenyataannya pengunaan video telephony pada jaringan 3G sangatlah kecil. Di lain pihak, mendownload lagu merupakan fasilitas yang sering digunakan para pelanggan.

Teknologi 3G merupakan jawaban spesifikasi IMT-2000 yang diharapkan oleh Internal Communication Union. 3G terdiri dari beberapa teknologi akses suatu selular, tiga yang paling umum adalah :

  • UMTS (W-CDMA), UTMS (Universal Mobile Telephone System)W-CDMA (Wideband Code Division Multiple Access) merupakan solusi bagi negara yang mengunakan GSM. UMTS diatur oleh organisasi 3GPP yang bertanggung jawab pada GSM, GPRS, dan EDGE.
  • CDMA 2000, yaitu IS-95 yang dulu dikembangkan 2G CDMA. CDMA2000 dikelola oleh 3GGP2, yang independen dari 3GPP UMTS. Berbagi jenis teknologi transmisi digunakan di dalam CDMA2000 meliputi 1xRTT, CDMA2000-1XEV-DO dan 1xEV-DV. CDMA2000 menawarkan data rate 144 kbit/s hingga di atas 3 Mbit/s
  • TD-SCDMA (Time-division Synchronous Code-divisio Multiple Access) dikembangkan di Cina oleh perusahaan Datang dan Siemens.

3,5G

High-Spedd Downink Packet Acces (HSDPA) merupakan protokol baru untuk telepon gengam, atau biasa disebut dengan 3.5G. HSDPA adalah fasilitas layanan data packet-based dengan transmisi hingga 8-10 Mbit/s (dan 20Mbit/s pada sistem MIMO) melampaui 5MHz bandwidth pada downlink W-CDMA. Implementasi yang ada pada HSDPA meliputi adaptive Modulation and Coding (AMC), Multiple-Input Multiple-Output (MIMO), Hybbrid Automatic Request (HARQ), penjadwalan yang cepat, pencarian nomor selular dengan cepat dan desain penerima yang lebih maju.

Pada standarisasi 3rd generation partnership project (3GPP), spesifikasi Release 4 menyediakan IP yang efesien dalam mendukung layanan melalui semua jaringan IP-core dan spesifikasi Release 5 berfokus pada HSDPA yang menyediakan data raete mendekati 10Mbit/s untuk mendukung fasilitas multimedia. Sistem MEMO merupakan sistem yang bekerja pada spesifikasi Release 6, dimana mendukung transmisi data hingga 20 Mbit/s

3,75G

High-Speed Uplink Packet Access (HSUPA) merupakan protokol akses data untuk jaringan telepon gengam dengan kecepatan upload yang tinggi hingga mencapai 5,8 Mbit/s. HSUPA memiliki kemiripan dengan HSDPA, sehingga di anggap 3,75G atau terkadang 4G. HSUPA diharapka untuk mengunakan uplink enchanged dedicated channel (E-DCH) dimana akan mengunakan metode link yang mirip dengan yang digunakan oleh HSDPA, seperti :

  • Transmission Time Interval yang lebih pendek, sehingga membuatnya lebih cepat dalam menyesuaikan link.
  • HARQ (hybrid ARQ) dengan peningkatan redundansi akan membuat pentransmisian ulang lebh efektif.

Mirip dengan HSDPA, HSUPA juga mempunyai packet scheduller, akan tetapi hanya beroperasi atas prinsip request-grant dumana UE meminta ijin untuk mengirimkan data dan scheduller menentukan kapan dan berapa banyak UE yang akan diijinkan. Permintaan untuk transmisi akan membuat data mengenai status dari tranmisi buffer dan queue pada UE dan batas power yang masih tersedia.

4G

Kependekan dari fourth-generation adalah penganti 3G.

  • Tekknologi 4G akan menjadi basis peralatan wireless di masa mendatang. Peralatan NTT DeCoMo milik Jepang sedang melakukan percobaan 4G pada 100 Mbit/s saat sedang melakukan pergerakkan dan 1 Gbit/s saat dalam keadaan diam.
  • Pervasive network. Suatu konsep dimana pemakai dapat tersambungkan dengan beberapa teknologi akses wireless. Teknologi akses ini berupa Wi-Fi, EDGE, atau lainnya.

Idealnya, 4G akan menyediakan kualitas video dan audio. 4G mungkin akan mengunakan OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing dan OFDMA (Orthogal Frequency Devision Mulitple Access) agar dapat mengalokasikan sumber-sumber jaringan bagi penguna yang banyak. Peralatan 4G mungkin akan mengunakan penerima SDR (software-define Radio) dimana dapat memaksimalkan penguna bandwith yang tersedia dan memaksimalkan penguna saluran yang berkelipatan.

Tidak seperti jaringan 3G yang mengabungkan jaringan circuit switched dan packect switched, 4G akan berbasiskan hanya packet-switching yang mengizinkan transmisi data low-latency.

Demikianlah sedikit pendalaman dari generasi ke generaso telepon genggam. Yang pasti teknologi tidak akan menutup mata dan terus berkembang.RM

dikutip: dari semua sumber

One Comment to “Generasi Telepon Genggam 2G ke 4G”

  1. bagus artikelnya
    tapi boleh request ga?
    dari 1G – 4G kecepatan akses data (downlink-uplink dalam kondisi puncak maupun realita) boleh minta rinciannya ga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: